Press Release

Themilo – Photograph (Sadsonic Labs./Demajors) 2011

 

Djsfosip dvmgfufiogjf  op mdjosfjsf[s[m  soqwopek   sjdhouauiyh jall;’; fdhtq8=2Jjh9i ft6tjklka’[‘l’; jjhjghhjgb lkl;a;oi;’;’’dkfjaipao ]-el nfisoak;sa;dl]’a g [ a  a’0

 

BUKAN! Tulisan di atas bukan berasal dari kesalahan ketik ataupun kesalahan printer.

 

Tulisan tersebut memang dimaksudkan untuk tidak memiliki arti apa apa. Kecuali jika anda yang membacanya (saat ini) adalah anggota salah satu badan intelejen dunia yang sudah sangat terbiasa memandang hal-hal acak sebagai pola sistematis yang mengandung makna tertentu.

 

Tulisan di atas dimaksudkan sebagai impuls penarik perhatian visual belaka. Karena kita sudah terlalu terbiasa untuk menilai segala sesuatu berdasarkan pengalaman visual.

Padahal, banyak hal yang sebenarnya akan lebih bermakna, ketika diamati melalui indera lainnya (selain mata). Salah satunya adalah melalui indera pendengaran dan indera ke 6 (baca : Imajinasi)

 

Lights Low, Volume High, Fantasizing

Inilah thesis yang selalu di usung oleh Themilo. Termasuk lewat album barunya, Photograph. Ibarat revolver, album ini berisi 8 peluru lagu yang siap di tembakkan satu demi satu. Berturut turut :

 

1.     Stethoscope

2.     For All the Dreams that wings could fly (Feat. Maradilla Syachridar)

3.     So regret

4.     Get Into your mind

5.     Dreams

6.     Don’t worry for being alone

7.     Daun dan ranting menuju surga

8.     Apart (feat. Grace Sahertian)

 

Peluru tersebut harus dilepaskan satu persatu karena setiap lagu mengandung makna yang berbeda.

Setiap lagu adalah potret dari satu sisi kehidupan. Yang di dapatkan lewat cerita orang–orang yang pernah bersinggungan baik secara langsung (seperti teman & fans) maupun secara tidak langsung (cerita katanya).

 

Inilah yang dimaksudkan dengan konsep album Photograph itu. Konsep ini hanya bisa dinikmati dan dimaknai melalui pengalaman indera pendengaran dan imajinasi.

Karena pengalaman yang di dapatkan melalui pendengaran akan dicerna oleh otak dan kemudian diproses menjadi sebentuk film/gambaran, yang hebatnya bisa berbeda–beda pada setiap orang.

 

Maka setiap potret lagu dalam album ini pun bisa mendapatkan bentuk visual dan interpretasi yang berbeda pada setiap orang.

Maka sangat disarankan untuk menikmati menu baru Themilo ini dengan memejamkan mata, mematikan logika, menajamkan pendengaran, mengasah perasaan…. Fantasizing

(Result may vary)

Enjoy…

 

-Amor Fati-